Maha-siswa!

Dalam artikel ini saya akan berbagis cara pandang saya tentang cara kami (sebagai) mahasiswa dapat menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. Sebelum membahas bagaimana caranya, sebenarnya mahasiswa ini termasuk golongan pemuda bangsa. Seperti yang kita ketahui mahasiswa pda umumnya berusia 18-27 atau sekitarnya, dan dibalik predikat pemuda/i bangsa sebenarnya ada 4 tipe. Ke empat tipe itu diantaranya, tipe pemuda/i yang pintar namun mereka yang tidak peduli, tipe ini merupakan tipe para pemuda/i yang akan selalu belajar dengan giat namun ilmu yang ia petik hanya untuk pribadinya sendiri, hanya untuk masa depan dirinya tanpa memikirkan kemajuan bangsa. Lalu tipe kedua adalah pemuda/i yang hanya peduli namun sebenarnya mereka tidak mengandalkan kecerdasa intelektualnya, contoh dari tipe ini adlah para pemuda/i yang bangga ketika ia akan melakukan demonstrasi tanpa tau tujuan akhirnya jelas dan solusi yang tawarkan. Mereka yang hanya ingin menunjukan bahwa mereka rele berkorban raga namun sebenarnya tidak dengan jiwa. Tipe ketiga adalah tipe pemuda/i yang tak cerdas dan tak peduli, tipe mereka yang hanya bisa pasrah akan apa yang mereka dapat tak cerdas cari jalan keluar dan memang tak peduli akan dirinya bahkan bangsanya. Yaitu para pemuda sehat yang hanya mengemis atau menjadi preman berkeliaran dijalan. Tipe yang terkahir adalah tipe pemuda/i yang cerdas dan peduli akan bangsanya. Tipe inilah yang sehausnya jadi panutan kita bersama sebagai mahasiwa Indonesia, dimana pun kita berada maka harus bekerja keras untuk menuntut ilmu namun jangan lupakan kepedulian unutk berbagi ilmu dan dedikasi untuk negeri ini.

Tipe pemuda/i yang cerdas dan peduli adalah awal muda bagaimana kami sebagai mahasiswa dapat menajdi pribadi yang kreatif dan inovatif. Jika ada mahasiswa yang berkata bahwa sesungguhnya kami hampir mencapai tahap itu namu tak ada wadah atau pelunag untuk kami menumpahkannya maka sebenarnya mereka masuk dalam golongan yang tak cerdas. Mengapa? Karena peluang dan wadah tersebar luas di depan mata, jika tetap menentang maka saya akan coba jabarkan bebrapa peluang yang bisa mahasiswa kembangkan. Peluang yang dengan sendirinya muncul ketika terdafatar sebagai mahasiswa  yaitu peluang untuk kreatif menghadapi ilmu akademik yang kita dapat. Bagaimana mahasiswa dapat kreatif dalam menjejaki begitu banyak ilmu yang didapat, membutanya menjadi mudah untuk dipelajari dan ingat. Kreatif mencipta metoda-metoda belajar yang sesuai dengan pribadi. Kemudian beranjak dari ilmu akademik yang terkesan untuk pribadi, ada peluang lain yaitu badan kemahasiswaan dan unit dalam kampus. Ada yang berprinsip bahwa itu tak penting karena tugas mahasiwa adalah belajar? Salah besar, jika kita tidak mengenal dunia lain selain diri kita maka kita tiodak akan berkembang, ilmu yang kita dapat tidak akan bermanfaat. Badan kemahasiswaan dan unit ini adalah tempat dimana kita dapat berbagi ilmu dan saling bertukar pikiran atau bahkan belajar ilmu baru. Sehingga dengan berbagi ilmu ini akan membuat kita menjadi semakin kreatif, kreatif menghadapi hidup menyelesaikan permasalahan dengan melihat permasalahan tersebut dari berbagai sudut pandang. Jika terjadi perdebatan didalamnya itulah yang dapat dikatan sebagi media pembelajaran untuk menjadi kreatif, karena denganperdebatan tersebut kita dapat dengan kreatif menyatukan tujuan dari berbagai kepala yang berbeda dapt mencipta solusi. Kemudian menjadi bagian dari kepanitian dalam sebuah acara atau kegiatan, jangan sia-sia kan waktu hanya untuk melangkapi CV dimasa mendatang, namun bagaimana membangun visi dan misi dari kegiatan tersebut yang dapat menumbuhkan dan memicu pemuda/i untuk menjadi kreatif.

Beranjak dari lingkup kampus maka, ternyata masih banyak peluang untuk menjadi pemuda/i yang kreatif dan bahkan peduli pada orang lain dan bangsa ini. Tidak kah ada orang lain yang berbeda nasib dengan kita? Mereka yang tak dapat membayar mahalnya ilmu yang disebut-sebut sebagai modal kemajuan bangsa? Inilah sebenarnya peluang yang sebenarnya terbentang luas jika kita mau membuka mata dan hati. Kreatif  untuk berbagi ilmu bagaimana kita dapat mengajarkan kembali ilmu yang telah diajarkan kepada kita. Jika tidak ingin melakukannya sendiri sebenarnya banyak komunitas yang telah ada yang menjadi wadah untuk kita dapat menyalurakan ke-kreatifan untuk mengajar. Sebagai contoh ada organisasi community development bernama”Indonesia Future Leader”, oraganisasi yang berdedikasi untuk membagi ilmu kepada anak-anak Indonesia dan bahkan pemuda/i. Selain komunitas atau organisasi untuk berbagi ilmu akademik banyak juga organisasi sosial yang berdedikasi untuk melakukan perubahan untuk bangsa, tak harus praganisasi yang besar, kita dapat memulai dari yang kecil. Komunitas sosial yang peduli untuk untuk menghijaukan bangsa ini scontohnya Indonesia Berkerbun. Komunita yang kreatif untuk menginisiasi lahan-lahan kota yang mati tak dimanfaatkan diubahnya menjadi lahan perkebunan atau pertanian sayuran dan buah-buahan. Menjadikannya taman bermain untuk anak-anak yang penat dengan permainan games di dunia maya, mebagai kreatif kita untuk belajar pada alam, hingga kelak mereka akan menjadi anak-anak yang lebih kreatif dibandingkan kita. Masih ada kesempatan untuk kita menajdi kreatif bahkan inovatif, ajang ajang lomba yang tak terhitung jumlahnya jika kita memang ingin mencarinya. Lomba yang menyediakan wadah kita untuk berkreasi dan berinovasi, salah satu yang saya sangat kagumi adalah ajang “djarum black innovation”. Wadah yang harus kita manfaatkan untuk menjadi membangun dan memicu keceradasan kita untuk menjadi kreatif dan innovatif. Daya cipta pemuda/i dilimpahkan disini, muali dari solusi permasalah yang kecil hingga yang kompleks diperlombakan diajang ini. Dan hasilnya memang membanggakan dan itulah karya anak negeri yang seharunya diapresiasi oleh pemimpin bangsa agar mahasiswa lebih tertarik untuk memanfaatkan peluang kreatif ini.

Mungkin muncul pertanyaan apa itu sebenarnya kreatif dan inovatif yang dimasukd dalam artikel ini. Untuk menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif tak susah dan sudah diberikan tahap-tahap untuk kita yang mau mencapainya. Ada 5 tingkat dalam taraf kreatif diantaranya, eksistensial kreatif, membuat sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya sepertinya yang banyak dilakukan orang-orang terdahulu menemukan listrik, lampu atau pun telepon. Kemudian level/tingkat kedua adalah kreatif komunikasi, kreatif untuk menyampaikan pesan dengan baik sesuai dengan pendengar atau yang menjadi terget dalam penyampaian dan apa yang diterima/ditangkap oleh pendengar sama dengan pesan yang ingin disampaikan. Layak nya para motivator yang dapat menyampaikan berbagi macam solusi dan pandangannya hingga membangun persepsi yang sama kepada para pendengarnya. Lalu level ke-3 dalam tingkatan kreatif adalah kreatif yang instrumental. Dalam tingkat instrumental adalah tingkat kita menjadi kreatif untuk dapat mencipta benda yang membatu orang lain, sebut saja Google sebagai contohnya. Level selanjutnya dalah kreatif orientasional, kratif dalam melihat sesuatu hingga bagian terkecilnya sehingga jika ada celah untuk membuat sesuatu yang kurang bermanfaat menjadi bermanfaat. Istilah yang kita sering dengar dalam tahap ini adalah “added value”, sebenarnya hal atau benda tersbut telah ada namun dengan cara pengemasan yang baik dan membrikan nilai tambah makan akan semakin berguna. Jika  berkaca pada orang yang saya kagumi yatu Ridwan Kamil, ia menrapkan kreatif orientasional dalam mebangun rumahnya. memanfaatkan 3000 botol kaca minuman berenergi yang sudah menjadi sampah, untuk dijadikan dinding eksterior rumahnya. Lalu tingkat yang paling tinggi adalah kreatif inovasi (innovational), tahap dia kita memilki daya cipta untuk membuat sesuatu yang dapat menghasilka kekreatifan yang baru, bisa jadi sekolah atau instasti pendidikan atau contoh lainnya adalah software yang diberikan microsoft. Hal-hal tersbut yang akan melahirkan invidu atau karya-karya kreatif yang baru sehingga ini menjadi tingkatan teratas dalam level kreatif.

Setelah pembahasan mengenai tingkatan dala kreatif, ada pula teori yang membagi 4 tipe inovasi. Tipe yang pertama adalah inovasi dalam teknologi, menciptakan teknologi trbaru yang belum pernah ada dan dapat merubah dunia. Contoh saja temuan teknologi internet, bagaimana dunia sudah menjadi tebuka luas, teknologi yang memudahkan kita untuk saling berbagi dan belajar walau terpaut wilayah yang berbeda-beda di dunia ini. Kemudian ada inovasi proses , inovasi yang memudahkan dalam melakukan suatu proses. Inovasi proses akan sangat besar pengaruh yang dalam proses industri besar, seperti tahapan langkah yang harus dilakukan operator atau pegawai sehingga sanagt efektif dalam waktu dan biaya. Lalu ada inovasi produk, inovasi yang mungkin tergolong paling banyak, yaitu dengan menggabungkan atau mencipta produk-produk berbeda, menjadi produk yang baru den beguna untuk mempermudah kehidupan. Hal terkcil seperti mesin pencuci, zaman dahulu mencuci hars menggunakan tangan satu per satu namun kini berkat inovasi produk kita dapat mempermudah hidup kita dnegan mesin cuci tersebut. Yang terakhir adalah inovasi dalam bisnis model, inovasi yang memnafaatkan 3 tipe inovasi lainnya untuk menghasilkan keuntungan yang terbaik. Inovasi bisnis model ini contohnya adalah online shopping, dahulu setiap pembelian barang ahrus mempertemukan secara nyata penjual dan pembelinya, namun kita memanfaatkan inovai teknologi, inovasi bisnis model menciptakan transaksi antara penjual dan pembeli secra online. Itulah ke-empat tipe inovasi yang semestinya bisa menajadi rancanggan befikir kita untuk mencipta salah satu tipe inovasi di atas.

Sekarang muncul pertanyaan lagi, mengapa dengan begitu banyak peluang dan cara mencapai diri yang kreatif dan inovatif, namun belum terlihat hasil nyata di kalangan mahasiswa. Sebenarny itu hanya masalah keinginan dalam diri, segala penghambat yang muncul menghalangi diri yang kreatif dan inovatif muncul dari diri sendiri. Rasa mudah puas conothnya, memang baik untuk mensyukuri apa yang kita dapat, namun rasa syukur itu yang mestinya kita kembangkan untuk memanfaatkan apa yang kita dapat menjadi sesuatu yang lebih. Rasa tidak puas akan memicu kita untuk berfikir kreatif melakukan sesuatu untuk memberikan nilai tambah pada setiap hal dan itulah awal dari pribadi kreatif yang dapat mencipta inovasi. Lalu kebiasan yang sangat sering dilakukan adalah menunda, menunda segala hal akan menghambat kita untuk jadi kreatif. Karena memnunda bukanlah solusi dari masalah, hanya untuk menghindari permasalahan sementara dan membutanya menjadi menumpuk sehingga jika kita selalu mengucap “nanti sajalah”, kapan kita akn memulainya? kapan kita akn turut serta menyumbangkan ide kreatif dan inovatif ini pada orang lain, kapan kita akan menjadi individu yang berguna untuk orang lain? Maka dair itu berhentilah untuk selau menunda. Permasalahan dan habatan lain adalah tidak mau memulai, tahap diman sebenarnya kita telah memilki ide untuk mencipta inovasi yang kreatif namun tak berani memulainya. Menunggu orang lain untuk membantu dan memulainya, sampai kapan akan menunggu? kalau bukan ita ynag memulai apakah ada orang lain yang mau memulainya? Selalu bergantung pada orang dan tidak ada kemauan untuk memulai dari diri sendiri ini lah yang banyak menghambat kita untuk menjadi kreatif dan munjukan inovasi yang bisa kita buat. Sehingga tanamkanlah pada diri kira pernyataan, “mulai lah dari diri sendiri maka yang lain akan mengikuti,” jangan mau untuk selalu menjadi followers. Hal yang terakhir dan menurut saya sangat mengahmbat para mahasiswa sekarang ini adalah terpaku akan tradisi. Tak mengerti nilai dibaliknya, baik atau buruk, tujuan dari apa yang mereka lakukan, tatanan yang sudah ada menjadi panduan untuk hanya “mengikuti yang telah ada”. Tradisi jadi alasan untuk tidak kelur untuk menemukan jalan yang lebih kreatif dan menghambat untuk memcipta inovasi karena terhalan paradigma tardisi yang mungkin sebenarnya tak ada. Mulailah untuk keluar dari zona nyaman dimana kita hanya mengikuti tradisi, jika baik maka teruskanlah dan kembangkan! Jangan hanya jalan ditempat tak berani mencipat cara baru.

Jika berbicara mengenai hambatan seahurnya sudah bisa kita atasi, belajar dari buku “the world is flat“, yang mengubah paradigma  bahwa bumi itu mulat kina telah menjadi datar. Untk menjelajah dunia tak perlu lagi mengelilinginya dan hanya melihat sisi yang kuta pija, namun jendala untuk melihat dunia sudah terbuka luas. Kata globalisasi telah menjadi jendala baru yang tak menghalangi pandangan kita terhadap dunia. Berbagi informasi diantara kita manusia terutama  mahasiwa di dunia, bersaing untuk mencipta ide kreatif yang melahirkan inovasi telah menjadi tugas kita bersama. Sehingg solusi untuk menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif adalah dengan menfaatkan segala peluang yang ada, mulailah dari diri sendiri dan jangan menundanya. Kita ketika kita berani keluar dari dunia yang dikatakan tradisi untuk berani mencipta jalan baru, disanalah awal mula seorang yang memilki jiwa kreatif dan inovatif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: