Cerita Seadanya..

Jadi cerita ini mungkin kurang bermakna, tapi sebenarnya saya sedang menghafal nama – nama. dan ini lah ceritanya..

Beberapa tahun silam, hidup seorang pria bernama Muhammad. Dia memiliki istri yang sangat cantik bernama Ratu. Mereka berdua tinggal di sebuah gua dan memiliki seorang anak yang bernama Isaac Newton. Isaac Newton, pernah bermimpi, “andaikan aku memiliki raga yang kuat seperti Jesus Christ, pasti aku akan pergi ke tempat seorang Buddha. Disana aku akan diterima oleh banyak orang, terutama oleh Confucius”.

Maka dari itu, untuk mewujudkan mimpi Isaac Newton, orangtuanya mengadakan senam rutin tiap pagi. Senam itu dipimpin oelh St.Paul. Tsailun, tantenya, juga mendukung dia dengan membelikan baju senam. Tapi ternyata, Isaac Newton hanya suka balapan, tidak suka senam. Maka dari itu, pelatih balap terkenal, Johann Gutenberg, melatih dia setiap minggu.

Christoper Colombus, omnya, juga membelikan dia cemilan setiap hari agar dia semakin kuat. Apalagi, Albert Einstein, sesepuhnya dari jauh, membiayai latihan balapannya. Akan teapi, Louis Pasteur, anak si Albert Einstein sangat cemburu dan sebel, karena Albert hanya peduli kepada Isaac. Saking sebelnya, setiap hari dia memakan mie yang berporsi dobel di warung milik Galileo Galilei. Dia juga suka dengan nasi timbel milik warung Aristotle, sambil diceritakan fable oleh Euclid. Hal ini dia lakukan untuk menghilangkan kesebelannya.

Akan tetapi, sebel it terus meledak-ledak. Sampai pada akhirnya, dia memutuskan menghamburkan uangnya untuk membeli banyak mebel di toko Moses. Namun takdir berkata lain, saat dia baru pulang dari toko mebel, ban mobilnya pecah dan harus mampir ke tambal ban untuk menambal. Kebetulan, adak kenalan tukang tambal ban yang sudah sangat dekat, bernama Charles Darwin.

Penampilan Charles Darwin ini sangatlah aneh. Dia suka memakai baju yang  berjubel-jubel seperti Shih Huang Ti (istri Charles). Sampai-sampai, banyak label yang bertuliskan “Augustus Caesar” di baju yang berjubel-jubel itu. Mengapa ya? Oh.. mungkin karena dia kebanyakan makan sambel dari Nicolaus Copernicus. Makad dari itu, saking banyaknya sampai tumpah dan harus ditutupi label dan saking pedesnya, dia tidak bisa menyebutkan huruf “r”, “jadi kalau menyebutkan kata ‘dapur’, menjadi ‘dapul’”, cerita Antoine Laurent, si saksi kecadelan pertama kalinya.

SEKIAN.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: