#Akberbdg (Akademi Berbagi Bandung dengan Ridwan Kamil)

Saya akan membagi ilmu-ilmu yang saya dapatkan ketika mengikuti akademi berbagi dengan pembicara Ridwan Kamil. Mungkin tak banyak tidak lengkap apa yang akan saya tuliskan karena ini bersumber dari catatan yang saya buat pada hari itu. Selain itu saya juga menambahkan beberapa pandangan dan opini saya. Semoga yang sedikit ini akan anda ubah menjadi ilmu yang banyak untuk dibagikan kembali.

Kuliah terbuka ini bertema kratif business dan apa yang dibagi sebgain berdasar dari pengalaman Bapak Ridwan Kamil atau pandangannya. Menurutnya salah satu teknologi yang mengembagkan dunia kreatif saat ini adalah Social Media. Media yang tak perlu biaya namun dapat merubah dunia, “Great power for a change.” Sepertinya hampir semua kalangan telah menggunakan “social media” dari anak sd sampai yang telah mempunyai cucu, tinggal di kota tau pun desa, kita semua telah mengenal facebook atau pun twitter. Apa yang dituliskan bisa dilihat oleh seluruh penjuru dunia TANPA BATAS, inilah ynag menjadi kekuatan Social Media sehingga Bapak Ridwan Kamil menyebutnya “Great Power for a Change.” Begitu banyak yang bisa kita bagi pada dunia dan begitu mudahnya namun sayangnya kebanyakan dari kita menfaatkannya sebagai suatu wadah menumpahkan emosi diri yang negatif. Padahal dunia juga tidak suka dengan sesuatu yang negatif mereka sudah cukup banyak dapatkan dari media TV yang selalu membahas kejadian atau tragedi negatif atau mengupasnya secara mendalam walaupun mungkin tak berujung dengan solusi. sehingga kebali pada topik sebenarnya jika kita bisa memanfaatkan socila media ini secara positif pasti akan mengahsilkan sesuatu yang positif juga.

Dari pemanfaat social media yang dibahas diakademi berbgai ini Ridwan Kamil memulai membahas mengenai industri kreatif. Ia mengatakan bahwa 30% pertumbuhan ekonomi dunia berasal dari industri kreatif (30% economy growth come from creative class). Dan hal – hal yang mendukung bertumbuhnya bisnis kreatif ada 3 aspek untuk para mahasiswa yaitu, Universitas  + Venture Capital + Tempat berkumpul (nongkrong). Universitas tempat dimana kita menimba ilmu, betemu dengan teman yang satu paham jurusan dan berbagai lata belakang ilmu. Tak hanya belajar yang semestinya dilakukan kita sebagai mahasiwa saat ini namu juga turut sertaq dalam berkegitan karena dengan begitu kita dapat mengetahui pola pikir oranglain yang bergam, bertukar pikiran dan belajar dari orang lain. Sehingga tingkat kreatif dan cara pandangdalam diri kita akan beragam dan berkembang. Kemudia dibutuh kan “temapt nongkrong”, apa yang dimaksud denga tempat nongkrong? Sebenarnya ini merupakan interpretasi dari wadah untuk beberapa orang berkumpul dan salaing betukar pikiran tmepat nongkrong disini bukan dalam arti negatif melainkan istilah lain. Semakin beragam dan semakin mendukung tempat tersebut dalam pengembangan pola pikir serta pandangan akan suatu hal, maka akan pula meningkatkan ke-kreatifan penggunanya. Lalu aspek lainnya adalah Venture Capital, apa itu venture capital? ini merupakan sebuah lembaga yang mewadahi pinjaman untuk memulai suatu usaha atau bisnis, berbeda sedikit dengan sistem pinjaman bank, yang menggunakan sistem bunga yang tinggi venture capital tidak. selain itu venture capital juga melakukan pendampingan dalam pengembangan usaha yang berasal dari pinjamannya, sehingga hal ini yang kan mendorong kemajuan industri kreatif dibantu dengan dukungan materi serta ilmu. Dan ini lah yang sudah diterapkan di negara-negara lain sehingga pemerintahnya sendiri mendukung bisnis kreatif yang dibangun kamu muda sehingga sedikit bayak akan meningkatkan taraf ekonomi. Aspek terbutakan lebih baik lagi jika kita menunjangnya dengan talenta yang kita miliki lalu sifat toleransi dan memafaatkan teknologi.

Dalam kuliahnya ada sedikit kritik dan saran mengenai pendidikanyang kuta dapat di Indonesia, yang mungkin menghambat sifat kreatif kita untuk tumbuh.  “The future will be ruled by Right-Brainer” Daniel Pink, bukan berarti dianttara kita yang menimba ilmu yang bersifat memenuhi otak kiri tak mungkin menjadi individu kreatif namun ada baiknya menyeimbangkan proporsi. Bayangkan saja semala ini dari sejak sma kita dipenuhi akan segala hafalan, setiap akan melakukan unjian maka kita akn menghafal, sehingga terkadang ini yang menjadi kita tidak kreatif karena sebenarnya apa yang kita hafal akan sangat mudah untuk tergeser atau tegantikan dengan hafalan yang baru. Kebiasaan atau tardisi ini lah yang sebaiknya dikembangkan dengan menjelaskan akar dari mana munculnya hal-hal yang kita hafalkan dengan cara yang kreatif sehingga mendapatkan hail yang maksimal, yaitu hafalan jangka panjang yang bermanfaat dalam kehidupan.

Kemudian topik mengarah pada industri yang ada saat ini diIndonesia. Kebanyakan pebisnis kita hal p-ertama yang mereka fikirkan untuk mendapatkan profit yang besar dengan cara eksport. Padahal tau kah kita segala keperluan pangan atau sandang yang semestinga berlimpah di negeri ini namun kita tetap harus mengimportnya keluar negeri. Beras contoh sangta ironis bukan, sehngga deivsa bagi negra terkesan sia-sia bahkan bisa menajdi minus. Oleh karena itu sebaiknya kembai menegakkan prinsip Bung Karno yaitu BERDIKARI, berdiri di atas tanah sendiri. dengan begitu kita akan meningkatkan kesejahteraan warga Indonesia sendiri terlebih dahulu yang kemudian dapat berkembang hingga ke luar negeri. Walaupun dimu;ai dari industri yang kecil namun sedikit dei sedikit akan menjadi gunung, “The era of small business enterprises is emerging!”

Dari pernyataannya tersebut Bapak Ridwan Kamil mecoba menjelaskan ” how to be creative entrepreneur”

1. Innovative : Thinking & innovating out of the box

Membiasakan diri untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dan temukan sudut yang terbaik dan berbeda.Selalu memompa rasa ingin tau yang tak ada puasnya.

2. Risk Taker : Calculated

Bukan berarti mengambil semua resiko, namun bagaimana kita memeperhitungkan resiko yang ada dan megatur strtegi untuk menghadapi dan melewatinya

3. Visionary : Setting achievable goals for > 3 years

Tanpa tujuan yang jelas maka tak ada yang ingi dicapai, ketika tidaka ada yang ingin dicapai maka kita tidak akan tau apa yang harus kita laukan dan langkah yang harus kita ambil. Jangan cuma mengikuti tradisi tetatpi coba lah untuk membuat tujuan dari setiap apa yang kita lakukan.

4. Strong Leadership : Setting example and motivating others

memberanikan diri menjadi yang terdepan dan merangkul yang lainnya, merak bukan ada untuk disuruh namun ada untuk diberi motivasi dan maju bersama.

5. Problem Solver : Know exactly how to get there

kalau sudah menciptakan tujuan , maka buatlah langkah terbaik untuk mencapainya dan menyelesaikan segala rintangan yang akan ada. Jika jala A tidak bisa maka kita harus siap dengan jalan B begitu pula kemudian sehingg maslah akan terselesaikan dengan pola pikir kreatif.

6. Agent of Change : Start from your self, others will follow

Ketika kita tidak hanya memikirkannya makan tidak akan terwujud apa yang kita pikirkan, namun ketika kita mencoba memulainya pasti akan ada jalan untuk mencapainya dan batuan akan datang dengan sendirinya.

Tak hanya bagaimana cara dan aspek yang dibutuhkan untuk menjadi seorang creative entrepreneur namun ia juga menyampai kan bagai mana cara MEMULAINYA. sepertinya yang kita ketahui yang paling sulit dalam suatu proses tindakan adalah memulainya, ide dapat datang kapan saja dan dimana saja, namun yang paling berat adalah memulainya. sehingga berikut tips untuk memulai menjadi seorang pebisnis yang kreatif.

1. Observe : Imagination is the soul of creativity, know who is your city.

2. Selecting : Creative service or creative product (brand new/added value)

3. Think Different : Innovation distinguishes between leaders and followers

Bisnis yang sukses punya cerita

4. Make Plan : Create a step to reach the goals and also alternatives

5. Scalable : Step by step, from small scale to big scale.

“Jualan jangan  cuma produk namun juga membuat lifestyle”

6. Design Technology : Choosing the right technolgy

Jepang menghargai design, sehingga muncul prinsip “kalau gak keren gw bukan orang Jepang”

7. Networking : The best assets ever

8. Innovative Market : Find it or make it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: